Padd Solutions

Converted by Falcon Hive

Bukan Bella Swan

Kamis, Februari 21, 2013 3 comments

Genap sudah setahun dua bulan blog ini useung tanpa ada coretan apapun dari saya yang mengaku sebagai pemilik blog ini. secara tidak langsung postingan kali ini adalah yang pertama -semoga bukan yang terakhir- di tahun 2013, yang saya tulis karena dorongan dari salah seorang kawan yang ngotot pengin melihat postingan terbaru blog saya, #heran.

Bella, itulah nama panggilan gadis yang mendorong saya agar semangat menulis. Bella yang ini tidak sama dengan Bella Swan yang diperankan oleh Kristen Stewart di film The Twilight. Bella ini seorang gadis yang "indah". Mungkin ada yang heran kenapa kata indah saya tebalkan, miringkan, dan bertanda kutip??
Itu karena pertemuan saya dengan Bella yang berdurasi lebih kurang 3 jam tidaklah cukup untuk menyimpulkan siapakah Bella itu seutuhnya. Akan tetapi kata "indah" itu saja secara umum sudah mewakili 3 jam pertemuan saya dan bella untuk yang pertama kalinya.

Dua hari yang lalu Bella nanya kenapa blog-ku dibiarkan useung tanpa perhatian, saya bilang kalau saya tidak bisa menulis seperti layaknya seorang penulis menulis tulisan.
Menulislah. Kalau tidak bisa menulis, tulislah tentang dirimu yang tidak bisa menulis. Kalau tidak tahu mau menulis apa, tulislah tentang dirimu yang tidak tau menulis apa. 
Ada semut jalan, tulis. Ada daun jatuh, tulis. Ada wanita cantik, tulis. Jatuh cinta, tulis, patah hati, tulis. Mudah.
Itu adalah beberapa penggalan percakapan saya dengan Bella yang terus memotivasi saya untuk menulis, so, semoga tidaklah menjadi sebuah masalah kalau postingan kali ini tidak sarat makna dan banyak menimbulkan pertanyaan aneh, mungkin ini lebih baik dari pada tidak ada sama sekali..

#dadakan #aneh #iseng2berhadiah

Untitled !

Selasa, Desember 20, 2011 , 0 comments

Sekian lama ga nulis-nulis di blog, sekarang mulai mencoba nulis lagi.
sebenarnya yang dulu-dulu juga bukan karya sendiri, cuma copy-paste dari postingan orang lain. yahh.. mau gimana lagi, semangat ngeblog tapi kreativitas nulis ga ada. kasian.. haha

makanya jangan heran kalau postingan kali ini ga berbobot, ga berisi, kosong, atau apalah namanya, karena ini murni dari saya. hahaha
Mungkin inilah yang akan terjadi saat kita lagi galau tingkat tinggi, mau ngapain aja ga enak, nyuci ga semangat (emang malas nyuci), yang enak cuma makan & minum doank. hahaha

mudah-mudahan, dari postingan yang sangat sederhana ini, untuk kedepannya akan lebih berisi, lebih berbobot dan bermanfaat bagi semua.

Segala sesuatu butuh proses. disaat kita berlari dan terjatuh, kita akan berusaha untuk bangkit, jatuh lagi, bangkit lagi. jangan pernah menyerah.
manusia lahir, menangis, belajar merangkak, jatuh, bangun lagi, dan berlari. itu adalah proses.


salam,
Alfazil Muhammad

Assalamu'alaikum smuanya ..
lama ga ngeblog, lagi ga ada kerjaan, mending ngeblog tentang cara nginstal MATLAB 7 di windows 7.
Sebelumnya gw sendiri udah pernah nyoba instal, tapi gagal terus..
akhirnya, setelah kelimpungan cari sana sini ketemu juga caranya dari hasil googling internet..
hehehhe . . .
nih caranya bro . .

Tahap 1: Ganti tema Windows 7 menjadi Windows Classic

Untuk mengganti tema Windows 7 ke Windows Classic [
mungkin semuanya udah pada tau], ikuti step2 berikut :


  1. Klik-Kanan di Desktop lalu pilih Personalize.
  2. Scroll mouse ke "Basic and High Contrast Themes".
  3. Pilih Windows Classic.

Tahap 2: Ganti Java yang ada di direktori Matlab 2007

Untuk mengubah Java di Matlab 7, ikuti step2 berikut :
  1. Download dan install Java Run Time (JRE) 1.5.0_19 atau JRE 1.5.0_20 yang terbaru. bisa di download dari sini
  2. Buka C:\Program Files\MATLAB\R2007a\sys\java\jre\win32, lalu rename jer1.5.0_07 menjadi Original_jer1.5.0_07.
  3. Copy JRE 1.5.0_19 atau JRE 1.5.0_20 dari C:\Program Files\Java ke C:\Program Files\MATLAB\R2007a\sys\java\jre\win32 dan rename menjadi jer1.5.0_07.
Kalo udah dilakukan semuanya sesuai petunjuk, abang2 n kaka2 semua bisa merubah kembali thema windowsnya sesuai dengan keinginan masing2..
MATLAB-nya udah bisa berfungsi di semua thema.

Untuk informasi lebih lanjut tentang penggunaan MATLAB di Windows 7, klik link berikut :
Matlab in Windows 7



Applies to:

Windows 7 Starter

Windows 7 Home Basic

Windows 7 Home Premium

Windows 7 Professional

Windows 7 Ultimate


Karena sebentar lagi SiPadhil akan kerja praktek [Belum tau Dimana], SiPadhil mencoba menggali informasi mengenai apa yang mungkin dibutuhkan nanti saat kerja Praktek. Tanpa sengaja, lagi asyik Googling, SiPadhil menemukan informasi dari http://auliafeizal.wordpress.com yang SiPadhil rasa sangat bermanfaat untuk Padhil dan orang lain Insyaallah dan sangat layak untuk dibagikan :)
untuk lebih jelasnya Cekidot :

Bagi anda yang belum melaksanakan kerja praktek, mungkin anda sering mendengar propaganda-popaganda ”kerja praktek itu nyampah”. Hal tersebut tidak sepenuhnya salah, tapi tidak juga sepenuhnya benar, jawabannya adalah tergantung anda. Anda yang menentukan apakah anda akan mendapatkan sesuatu dalam kerja praktek anda atau kerja praktek anda hanya akan berlalu sebagai pembunuh waktu libur anda. Semuanya tergantung niat dan persiapan anda.

Sejujurnya saya sedikit menyesal karena dahulu persiapan saya untuk kerja praktek kurang karena sibuk dengan hal lain. Akibatnya pelaksanaan kerja praktek saya tidak maksimal sehingga apa yang saya dapat pun tidak maksimal. Padalah kalau dipikir-pikir banyak yang harusnya bisa saya pelajari dari perusahaan tempat saya kerja praktek. Sekarang bagi anda yang belum / akan melaksanakan kerja praktek jangan sampai pelaksaan kerja praktek anda tidak maksimal, sayang waktu, 1 atau 2 bulan bukan waktu yang sebentar. Berikut saya berikan tipsnya dari mencari kerja praktek hingga menyusun laporan kerja praktek, mudah-mudahan bisa berguna.

Mencari tempat kerja praktek

1. Cari contact person, jangan hanya mengandalkan korespondensi

Satu hal yang harus anda tau : kerja praktek sebenarnya tidak menguntungkan apa-apa untuk perusahaan (terutama perusahaan-perusahaan besar), malah kerja praktek sebenarnya hanya menyusahkan perusahaan. Mahasiswa keja praktek hanya akan menambah beban operasional perusahaan. Kenapa perusahaan tetap menerima mahasiswa yang ingin kerja praktek? Karena perusahaan tersebut memiliki beban CSR (corporate social responsibility). Jadi mau tidak mau, mereka harus tetap memiliki program yang mengakomodir kerja praktek bagi mahasiswa.

Oleh karena itu anda harus pandai-pandai dalam mengirimkan lamaran kerja praktek. Kebanyakan kasus adalah lamaran-lamaran kerja praktek yang anda kirimkan hanya berakhir di pos satpam. Kalaupun sampai di bagian HRD-nya, kemungkinan besar lamaran anda hanya akan bercampur dengan ratusan lamaran lain dan akhirnya berakhir menjadi arsip. Bahkan surat anda bibalas saja mungkin tidak. Oleh karena itu anda jangan terlau mengandalkan korespondensi (surat menyurat), sebaiknya anda menghubungi langsung orang yang mengurusi lamaran kerja praktek di perusahaan tersebut. Anda tidak harus mengenal orang tersebut, yang terpenting anda langsung menghubungi orang itu Hal ini akan menyebabkan lamaran anda mendapat atensi lebih sehingga memiliki pritoritas lebih untuk ditindak lanjuti.

Anda dapat mencari kontak orang tersebut dari mana saja. Jika anda mengenalnya, maka itu lebih baik. Agak sedikit berbau nepotisme memang. Tapi jika anda tidak punya kenalan, nama orang tersebut bisa anda cari lewat kakak kelas anda yang tahun lalu kerja praktek di perusahaan tersebut atau anda datang langsung ke perusahaan yang bersangkutan. Intinya anda harus mengetahui anda harus berhubungan dengan siapa untuk mengurus kerja praktek. Hal ini akan mengefektifkan jalur birokrasi anda dalam mengurus kerja praktek.

2. Dianjurkan topic base, bukan company base

Kerja praktek adalah waktu dimana anda mempelajari sebuah topik yang berhubungan dengan studi anda langsung di lapangan. Yang menjadi perhatian disini adalah topik kerja praktek. Topik kerja praktek harus jelas. Topik kerja praktek yang tidak jelas hanya akan membuat anda berpikir bahwa sebenarnya anda tidak melakukan apa-apa sewaktu anda kerja praktek.

Pada kenyataannya, ketika kita mencari tempat kerja praktek sering kali kita tidak peduli dengan topiknya. Yang menjadi pusat perhatian kita malah perusahaan tempat kita kerja praktek. Kebanyakan mahasiswa berlomba-lomba untuk dapat kerja praktek di perusahaan-perusahaan multinational, padahal belum tentu perusahaan-perusahaan tersebut dapat memfasilitasi topik yang anda ingin pelajari. Oleh karena itu, dalam mencari tempat kerja praktek sebaiknya anda mengetahui terlebih dahulu topik yang ingin anda pelajari baru kemudian anda mencari perusahaannya. Anda bisa melakukan kerja praktek dimana saja, tidak harus terpaku dengnan perusahaan-perusahaan besar.

3. Perhitungkan akomodasi dan transportasi

Ini cukup penting. Perusahaan tempat anda kerja praktek biasanya terletak di tempat-tempat yang jauh di pelosok nusantara. Ada yang di hutan, di tengah gunung, di tengah laut dan sebagainya. Anda harus memperhitungkan akomodasi anda di kota tempat anda kerja praktek. Biasanya perusahaan-perusahaan besar menyiapkan akomodasi dan transportasi. Tapi jika perusahaan tempat anda kerja praktek tidak menyediakan hal tersebut, maka anda harus perhitungkan apakah di kota anda kerja praktek nanti terdapat kos-kosan yang layak dan sarana transportasinya mencukupi. Lebih disarankan untuk memilih perusahaan di kota yang anda memiliki saudara atau kenalan disana. Percayalah, hal itu akan sangat membantu. Jika anda seumur-umur belum pernah ngekos, terlebih lagi anda seorang perempuan, saya sangat menyarankan anda memperhitungkan hal ini.

Persiapan kerja praktek

4. Pelajari materi kuliah yang berhubungan

Idealnya, ketika anda melaksanakan kerja praktek anda telah memahami materi dasar yang bersangkutan dengan topik kerja praktek anda. Jika telah memahami dengan baik, maka kedepannya anda akan ”mudeng” dengan apa yang anda kerjakan. Bahkan mungkin anda bisa memberikan evaluasi terhadap sistem kerja yang selama ini dipakai oleh perusahaan. Hal ini tentu akan sangat diapresiasi oleh perusahaan tempat anda kerja praktek. (pengalaman saya)

5. Pelajari struktur perusahaan dan request penempatan

Hal ini sebenarnya berhubungan dengan pemilihan topik. Jika anda telah mengetahui topik yang ingin anda pelajari, maka langkah selanjutnya anda harus mempelajari struktur perusahaan tersebut. Cari bagian yang seusai dengan topik anda. Biasanya bagian HRD tidak mau ambil pusing dengan hal ini. Bagian HRD biasnya langsung menempatkan anda di tempat orang dari jurusan anda banyak bekerja, padahal belum tentu bagian tersebut cocok dengan topik yang ingin anda pelajari. (pengalaman saya)

6. Kumpulkan literatur yang berhubungan

Di tempat perusahaan anda kerja praktek belum tentu anda bisa mendapat cukup referensi terhadap topik kerja praktek anda. Di perusahaan yang cukup ketat, mungkin anda bahkan tidak diberi akses internet. Hal ini disebabkan banyak file-file confidential perusahaan. Perusahaan tersebut tidak mau ada orang luar yang menyusup ke jaringan perusahaan tersebut. Oleh karena itu persiapkan literatur yang mencukupi sebelum anda pergi merantau ke tempat anda kerja praktek. (pengalaman saya)

7. Tentukan target

Agar hasil dari kerja praktek anda maksimal, tentukan target apa saja yang ingin anda pelajari sebelum anda kerja praktek. Hal ini akan memotivasi anda untuk terus belajar di tempat kerja praktek. Biasanya mahasiswa kerja pratek bahkan bingung tentang apa yang harus mereka pelajari di kerja praktek.

Waktu kerja praktek

8. Fokus dengan kerja praktek

Biasanya banyak hal yang akan menggangu anda ketika anda kerja praktek. Seperti misalnya anda tidak betah dengan tempat tinggal anda sewaktu kerja praktek atau ada rekan kerja praktek anda yang cakep sehingga anda lebih tertarik untuk melihat dia daripada melihat layar komputer anda. Hal-hal sepele seperti ini yang biasanya menggangu konsentrasi kerja praktek anda. Oleh karena itu usahakan tetap fokus ketika anda kerja praktek.

9. Bawa perlengkapan hiburan standar

Pelengkapan ini penting untuk mengisi waktu luang anda. Anda akan banyak memiliki waktu luang terutama ketika malam hari atau weekend. Anda akan sangat berpotensi mengalami kebosanan.

10. Persiapkan buku bacaan

Jika anda tidak suka mendengarkan musik, maka anda bisa mengisi waktu luang anda dengan membaca buku. Manfaatkan kesempatan ini untuk membaca buku-buku yang tidak sempat anda baca ketika a waktu kuliah.

11. Inisiatif

Ada kemungkinan anda mendapat pembingbing yang cuek. Pembimbing yang cuek biasanya hanya memberikan instruksi seperlunya. Bahkan biasanya mereka tidak pernah menanyakan progres tugas yang diberikan. Untuk mensiasati keadaan seperti ini kuncinya adalah inisiatif. Anda yang harus aktif bertanya dan meminta assigment kepada pembimbing anda.

12. Sosialisasi

Ini juga penting. Ketika anda kerja praktek anda akan bertemu rekan-rekan dari berbagai macam universitas di Indonesia. Jangan ragu-ragu untuk sekedar memulai sebuah obrolan, mengajak olahraga sore, atau gabung dengan meja mereka ketika makan siang. Carilah teman sebanyak-banyaknya. Jangan seperti orang autis yang seperti dapat hidup tanpa orang lain. Jangan lupa minta no kontak, email, friendster, facebook, blog atau apapun sehingga anda masih dapat tetap keep contact dengan mereka. Teman adalah aset dan aset sama sekali tidak ternilai harganya.

Menyusun laporan kerja praktek

13. Susun laporan secepatnya

Setelah anda selesai melakukan kerja praktek maka buatlah laporan secepatnya. Kalau perlu laporan anda telah selesai ketika anda selesai kerja praktek. Penundaan membuat laporan hanya akan menyebabkan anda lupa terdapat apa yang anda lakukan ketika kerja praktek.

14. Jangan lupa tanda tangan

Sebelum anda kembali ke kuliah, jangan lupa meminta tanda tangan kepada pembimbing anda di halaman lembar pengesahan laporan. Anda tidak mungkin balik lagi ke tempat anda kerja praktek ketika kuliah, apalagi jika tempat kerja prakek anda terletak di pelosok negeri.

Kerja praktek memang memiliki dua pillihan. Pilihan pertama anda dapat belajar banyak dari kerja praktek anda. Pilihan kedua, kerja praktek anda sesuai dengan yang biasa anda dengar : nyampah. Semua tergantung anda. Kalau mau jujur, sebenarnya untuk di jurusan saya, kerja praktek yang nyampah sudah cukup. Di jurusan saya, kerja praktek hanya memiliki bobot satu sks, ditambah tidak ada presentasi, hanya mengumpulkan laporan. Saya juga tidak yakin setiap laporan yang dikumpulkan akan dibaca satu persatu. Mungkin itu sebabnya anak-anak di jurusan saya tidak begitu serius dalam menghadapi kerja praktek. Teman-teman saya dari universtias lain sepertinya lebih serius dalam menjalani kerja praktek.

Walhasil, jika anda ingin kerja praktek anda banyak memberikan manfaat, maka persiapkan dengan baik. Guru terbaik adalah kesalahan yang pernah dilakukan, dan anda sangat bisa belajar dari kesalahan orang lain.


M. Syamsi Ali*

Dua minggu lalu, selepas jum’at saya menemukan secarik kerta di atas meja kantor saya di Islamic Cultural Center of New York. Isinya kira-kira berbunyi ‘I have been trying to reach you but never had a good luck! Would you please call me back? Karen’.

Berhubung karena berbagai kesibukan lainnya, saya menunda menelpon balik Karen higga dua hari lalu. ‘Oh….thank you so much for getting back to me!’, jawabnya ketika saya perkenalkan diri dari Islamic Center of New York. ‘I am really sorry for delaying to call you back’, kata saya, sambil menanyakan siapa dan apa latar belakang sang penelpon.

‘Hi, I am sorry! My name is Karen Henderson, and I am a professor at the NYU (New York University)’, katanya.

‘And so what I can do for you?’ tanyaku. Dia kemudian menanyakan jika saya ada beberapa menit untuk berbicara lewat telpon. ‘Yes, certainly I have, just for you, professor!’ candaku. ‘Oh.. that is so kind of you!’, jawabnya.

Karen kemudian bercerita panjang mengenai dirinya, latar belakang keluarganya, profesinya, dan bahkan status sosialnya.

‘I am a professor teaching sociology at the New York University’, demikian dia memulai. Namun menurutnya lagi, sebagai sosiolog, dia tidak saja mengajar di universitas tapi juga melakukan berbagai penelitian di berbagai tempat, termasuk luar negeri. Karen sudah pernah mengunjungi banyak negara untuk tujuan penelitiannya, termasuk dua negara yang justeru disebutnya sebagai sumber inspirasi. Yaitu Pakistan dan Afghanistan.

‘I spent more than 3 years in those countries, and mostly in villages’, katanya. ‘During those three years, I have a lot memories about the people. They are simply amazing’, lanjutnya.

Tidak terasa Karen berbicara di telpon hampir 20 menit. Sementara saya hanya mendengarkan dengan serius dan tanpa menyela sekalipun. Selain karena cara Karen berbicara sangat menarik, informative dan disampaikan dalam bahasa yang jelas, saya menjadi lebih tertarik mendengar. Mungkin karena dia adalah seorang professor, jadi dalam berbicara dia sangat sistimatis dan eloquent.

‘Karen, that is a very interesting story. I am sure what you did experience in Pakistan I did as well. I lived in Pakistan 7 years, and had an opportunity to visit
many of those areas you did mention’, kataku.

‘But what did you want to tell me out this story?’, tanyaku lagi

Nampaknya Karena menarik napas, lalu menjawab. Tapi kali ini dengan suara lembut dan agak lamban. ‘Sir, I wanted to know further Islam, the religion of those people. They are sweet people, and I think I have inspired by them in many ways’, katanya.

Tapi karena waktu yang tidak terlalu mengizinkan untuk saya banyak berbicara lewat telpon, saya meminta Karen untuk datang ke Islamic Center keesokan harinya (Sabtu lalu). Diapun menyetujui dan disepakatilah pukul 1:30 siang, persis jam ketika saya mengajar di kelas khusus non Muslim, Islamic Forum for non Muslims.


Keesokan harinya, Sabtu, saya tiba agak telat. Sekitar pukul 12 siang saya tiba, dan pihak security menyampaikan bahwa dari tadi ada seorang wanita menunggu saya. ‘She is the mosque’ (maksudnya di ruang shalat wanita). Saya segera meminta security untuk memanggil wanita tersebut ke kantor untuk menemui saya.

Tak lama kemudian datangnya seorang wanita dengan pakaian ala Asia Selatan (India Pakistan). Sepasang shalwar dan Gamiz, lengkap dengan penutup kepala ala kerudung Benazir Bhutto. ‘Hi, sorry for coming earlier! I can wait at the mosque, if you are still busy with other things’, kata wanita baya umur 40-an tahun itu. Dia jelas Amerika berkulit putih, kemungkinan keturunan Jerman.

‘Not at all, professor! I am free for you’, jawabku sambil tersenyum. ‘Have your seat, but let me go around the school for five minutes’, mintaku untuk sekedar melihat-lihat weekend school program hari itu.

Setelah selesai melihat-lihat beberapa kelas pada hari itu, saya kembali ke kantor. ‘I am sorry Professor!’, sapaku. ‘Please do call me by name, Karen!’, pintanya sambil tersenyum. ‘You know, I like to address people respectfully, and I really did not know how to address you’, kataku. ‘In some countries, people love to be known with their professional title. But I know Americans are not’, lanjutku sambil ketawa kecil.

Kita kemudian hanyut dalam pembicaraan dalam berbagai hal, mulai dari isu hangat tentang kartun Nabi Muhammad SAW di sebuah komedi kartun Amerika, hingga kepada asal usul Karen itu sendiri. ‘I am a Jew by birth. My Parents are Jews, but you know, especially my father, he doesn’t believe in the religion any more’, katanya. Bahkan menurutnya, ayahnya itu seringkali menilai konsep tuhan sebagai sekedar alat repression (menekan) sepanjang sejarah manusia.

Namun menurut Karen, walaupun tidak percaya agama dan mengaku tidak percaya tuhan, ayahnya masih juga merayakan hari-hari besar Yahudi, seperti Hanukkah, Sabbath, dll. ‘These celebrations, as most Jews do, are no more than heritage traditions’, jelasnya. ‘Judaism is think not a religion, in the sense that it is mo
re about culture and family’, sambungnya lagi.

Dalam hatiku saya mengatakan bahwa semua itu bukan baru bagi saya. Sekitar 60 persen atau lebih Yahudi di Amerika Serikat adalah dari kalangan sekte ‘Reform’ (Pembaharu). Mereka ini ternyata telah melakukan reformasi mendasar dalam agama mereka, termasuk dalam hal-hal akidah atau keyakinan. Sekte Reform misalnya sama sekali tidak percaya lagi kepada kehidupan akhirat. Saya masih teringat dalam sebuah diskusi di gereja Marble Collegiate tahun lalu tentang konsep kehidupan. Pembicaranya adalah saya dan seorang Pastor dan Rabbi dari Central Synagogue Manhattan. Ketika kita telah sampai kepada isu hari Akhirat, Rabbi tersebut mengaku tidak percaya.

Tiba-tiba salah seorang hadirin yang juga murid muallaf saya keturunan Rusia berdiri dan bertanya ‘And so, if you don’t believe in the
life after death, why you have to go to your synagogue, worship, wearing yarmukka, giving charity, etc.? Why do you think it is necessary to be honest, be helpful to others? And why we have to avoid things we must avoid?’, tanyanya panjang lebar.

Sang Rabbi hanya tersenyum dan menjawab singkat ‘we do al
l those because that what we have to be and do’.

Mendengar jawaban sang Rabbi, semua hadirin hanya tersenyum, dan bahkan banyak yang tertawa.

Kembali ke Karen, kita kemudian hanyut dalam dialog tentang konsep kebahagiaan. Menurutnya, sebagai seorang sosiolog, dia telah melakukan banyak penelitian dalam berbagai hal yang berkaitan dengan bidangnya. Pernah ke Amerika Latin, Afrika, beberapa
negara Eropa, dan juga Asia, termasuk Asia Selatan. ‘But one thing I have to tell, those Pakistanis and Afghanis are simply amazing people’, katanya. ‘What really amazed about them?’ tanyaku.

‘Many, their religiosity and commitment to the religion, among others. But I think the most amazing about them is their strength and enduring in nature in their daily life’, katanya panjang lebar. ‘I am amazed how these people are so strong and looking happy despite the very challenging life that
they are in’, jelasnya lagi.

Saya tidak pernah menyangka kalau Karen tiba-tiba meneteskan air mata di tengah-tengah pembicaraan kami. Dia seorang pr
ofessor yang senior, walau masih belia dalam umur. Tapi juga pengalamannya yang luar biasa, menjadikan saya lebih banyak mendengar. Di tengah-tengah membicarakan ‘kesulitan hidup’ orang-orang Afghanistan dan Pakistan, khususnya di daerah pegunungan-pegunungan, dia meneteskan air mata tapi sambil melemparkan senyum. ‘I am sorry, I am very emotional with this story?’, katanya.

Segera saya ambil kendali. Saya bercerita tentang konsep kebahagiaan menurut ajaran Islam. Bahkan berbicara panjang lebar tentang kehidupan dunia sementara, dan bagaimana Islam mengajarkan kehidupan akhirat itu sendiri. ‘No matter how do you live your life here, it is temporary and unfulfilling. There must be some where, sometime where we will live eternally and all dreams and wishes will be fulfilled’, jelasku. ‘This belief gives us an immense strength and determination to live our lives at fullest, no matter how circumstances may surround that life itself’.

Tanpa terasa adzan Dhuhr dikumandangkan. Saya pun segera berhenti berbicara. Nampaknya Karen paham bahwa ketika adzan didengarkan maka kita seharusnya mendengarkan dan menjawab. Mungkin dia sendiri tidak paham apa yang seharusnya diucapkan, tapi dia tersenyum ketika saya meminta maaf berhenti berbicara.

Setelah adzan saya melanjutkan sedikit, lalu saya tanya kepada Karen. ‘And so, what really makes you calling me the other day?’

‘I want to tell you that my mind constantly remember those people. My memory reminds me about how they happy are, while we Americans with all this fancy life, lacking of happiness..!’, katanya seolah marah.

‘And so what makes you c
ontacting me? I mean why do you have to come and discuss with me?’ pancingku lagi.

Karen merubah posisi duduknya, tapi nampak sangat serius lalu berkata ‘I’ve thought this for long time. But I really don’t know what to do and how to proceed it. I wanted to become a Muslim!’, katanya mantap.

Saya segera menjelaskan bahwa untuk menjadi Muslim itu sebenarnya sangat mudah. Yang susah adalah proses menemukan hidayah. Jadi nampaknya anda sudah melalui prose situ, dan kini sudah menuju kepada jenjang akhir. ‘My question to you is are you really convinced that this is the religion that you believe to be the Truth?’, kataku lagi.

‘Yes, certainly no doubt!’, jawabnya tegas.

Saya segera memanggil salah seorang guru weekend school wanita untuk mengajarkan kepada Karen mengambil wudhu. Ternyata dia sudah bias wudhu dan shalat, hanya belum hafal bacaan-bacaan shalat tersebut.

Selepas shalat Dhuhur, Karen saya tuntun melafalkan ‘Ash-hadu an laa ilaaha illa Allah wa ash-hadu anna Muhammadan Rasul Allah’, dengan penuh khusyu’ dan diikuti pekikan takbir ratusan jama’ah yang hadir.

Hanya doa yang menyertai semoga Karen Henderson dijaga dan dikuatkan dalam iman, tumbuh menjadi pejuang Islam di bidangnya sebagai professor ilmi-ilmu social di salah satu universitas bergengsi di AS. Amin!

New York, 26 April 2010


* Syamsi Ali adalah dai kondang di Amerika Serikat. Kelahiran Bulukumba, Sulawesi Selatan, pada 5 Oktober 1967. Menjadi imam masjid Islamic Center, masjid terbesar di New York. Ia juga menjadi imam di Masjid Al-Hikmah, masjid milik komunitas Islam asal Indonesia

Ia pernah tampil sepanggung dengan mantan Presiden AS Bill Clinton, ratu talk show Oprah Winfrey, dan Gubernur Negara Bagian New York George Pataki dalam sebuah acara bertajuk “A Prayer for America”.

Acara ini dihadiri oleh 50 ribu orang dari berbagai ras, warna kulit, dan agama. Syamsi mengutip surat Al-Hujarat ayat 13, tentang asal-usul manusia yang diciptakan Tuhan bersuku-suku dan berbangsa-bangsa. Tidak ada yang lebih mulia, kecuali mereka yang bertakwa. Syamsi ingin mengatakan kepada public Amerika bahwa Islam adalah agama yang mengakui persauadaraan manusia.


sumber : myQuran.com
Assalamu'alaikum Semuanya . . .
Sekian lama ga ngeblog, kali ini Sipadhil mau aktif ngeblog . .hehhehehe
Postingan Kali ini SiPadhil mau ngepost tentang cara pasang spoiler di Blog, Spoiler merupakan suatu widget yang berbentuk show/hidden. dimana suatu objek bisa ditayangkan atau disembunyikan. objeknya dapat berbentuk gambar tulisan. widget spoiler ini juga dapat meringkas tempat di blog . . cekidot :

1. Langkah Pertama

LOG IN di Blogger - "DashBoard" - Pilih "Layout", "Add Gadget", "HTML/Javascript".
[ bisa juga di pasang di Postingan - Masukkan kode di "New Post" - "edit HTML" ]

2. Masukkan Kode Berikut




3. Save it or Publish Post

NB :
1. kode "SHOW" harus sama. kode ini sebagai judul tombol. kalian bisa mengganti judulnya.
2. kode "HIDDEN" adalah kode untuk judul tombol. kalian bisa menggantinya.
3. kode "none" pada "color" dan "background-color" kode untuk mengganti warna. kalian bisa menggantinya.
4. kode "YOUR POST" adalah isi konten di dalam spoiler, kalian bisa mengisinya sesuai kebutuhan kalian.


Iman itu terkadang menggelisahkan. Atau setidaknya menghajatkan ketenangan yang mengguyuri hati dengan terkuaknya keajaiban. Mungkin itu yang dirasakan Ibrahim ketika dia meminta kepada Rabbnya untuk ditunjukkan bagaimana yang mati dihidupkan. Maka saat Rabbnya bertanya, “Belum yakinkah engkau akan kuasaKu?”, dia menjawab sepenuh hati, “Aku yakin. Hanya saja agar hati ini menjadi tenteram.”

Tetapi keajaiban itu tak datang serta merta di hadapannya. Meski Allah bisa saja menunjukkan kuasaNya dalam satu kata “Kun!”, kita tahu, bukan itu yang terjadi. Ibrahim harus bersipayah untuk menangkap lalu mencincang empat ekor burung. Lalu disusurnya jajaran bukit-berbukit dengan lembah curam untuk meletakkan masing-masing cincangan. Baru dia bisa memanggilnya. Dan beburung itu mendatanginya segera.

Di sinilah rupanya keajaiban itu. Setelah kerja yang menguras tenaga.

Tetapi apakah selalu kerja-kerja kita yang akan ditaburi keajaiban?

Hajar dan bayinya telah ditinggalkan oleh Ibrahim di lembah itu. Sunyi kini menyergap kegersangan yang membakar. Yang ada hanya pasir dan cadas yang membara. Tak ada pepohon tempat bernaung. Tak terlihat air untuk menyambung hidup. Tak tampak insan untuk berbagi kesah. Keculai bayi itu. Isma’il. Dia kini mulai menangis begitu keras karena lapar dan kehausan.

Maka Hajar pun berlari, mencoba mengais jejak air untuk menjawab tangis putera semata wayangnya. Ada dua bukit di sana. Dan dari ujung ke ujung coba ditelisiknya dengan seksama. Tak ada. Sama sekali tak ada tanda. Tapi dia terus mencari. Berlari. Bolak-balik tujuh kali. Mungkin dia tahu, tak pernah ada air di situ. Mungkin dia hanya ingin menunjukkan kesungguhannya pada Allah. Sebagaimana telah ia yakinkan sang suami, “Jika ini perintah Allah, Dia takan pernah menyia-nyiakan kami!”

Maka kejaiban itu memancar. Zam zam! Bukan. Bukan dari jalan yang dia susuri atau jejak-jejak yang dia torehkan di antara Shafa dan Marwa. Air itu muncul justru dari kaki Isma’il yang bayi. Yang menangis. Yang haus. Yang menjejak-jejak. Dan Hajar pun takjub. Begitulah keajaiban datang. Terkadang tak terletak dalam ikhtiar-ikhtiar kita.
Mari belajar pada Hajar bahwa makna kerja keras itu adalah menunjukkan kesungguhan kita kepada Allah. Mari bekerja keras seperti Hajar dengan gigih, dengan yakin. Bahwa Dia tak pernah menyia-nyiakan iman dan amal kita. Lalu biarkan keajaiban itu datang dari jalan yang tak kita sangka atas kehendakNya yang Maha Kuasa. Dan biarkan keajaiban itu menenangkan hati ini dari arah manapun Dia kehendaki.

Bekerja saja. Maka keajaiban akan menyapa dari arah tak terduga.

Di lintas sejarah berikutnya, datanglah seorang lelaki pengemban da’wah untuk menjadi ‘ibrah. Dari Makkah, dia berhijrah ke Madinah. Tak sesuatupun dia bawa dari kekayaan melimpah yang pernah memudahkannya. Dia, ‘Abdurrahman ibn ‘Auf. Dan Rasulullah yang tahu gaya hidupnya di Makkah mempersaudarakannya dengan seorang lelaki Anshar kaya raya. Sa’d ibn Ar Rabi’.

Kita hafal kemuliaan kedua orang ini. Yang satu menawarkan membagi rata segala miliknya yang memang berjumlah dua; rumah, kebun kurma, dan bahkan isterinya. Yang satu dengan bersahaja berkata, “Tidak saudaraku.. Tunjukkan saja jalan ke pasar!”

Dan kita tahu, dimulai dari semangat menjaga ‘izzah, tekadnya untuk mandiri, serta tugas suci menerjemahkan nilai Qurani di pasar Madinah, terbitlah keajaiban itu. ‘Abdurrahman ibn ‘Auf memang datang ke pasar dengan tangan kosong, tapi dadanya penuh iman, dan akalnya dipenuhi manhaj ekonomi Qurani. Dinar dan dirham yang beredar di depan matanya dia pikat dengan kejujuran, sifat amanah, kebersihan dari riba, timbangan yang pas, keadilan transaksi, transparansi, dan akad-akad yang tercatat rapi.

Sebulan kemudian dia telah menghadap Sang Nabi dengan baju baru, mewangi oleh tebaran minyak khaluq yang membercak-bercak. “Ya Rasulallah, aku telah menikah!”, katanya dengan sesungging senyum. Ya, seorang wanita Anshar kini mendampinginya. Maharnya emas seberat biji kurma. Walimahnya dengan menyembelih domba. Satu hari, ketika 40.000 dinar emas dia letakkan di hadapan Sang Nabi, beliau bersabda, “Semoga Allah memberkahi yang kau infaqkan juga yang kau simpan!”

Kita mengenangnya kini sebagai lelaki yang memasuki surga sambil merangkak.

Di mana titik mula keajaiban itu? Mungkin justru pada keberaniannya untuk menanggalkan segala kemudahan yang ditawarkan. Dalam pikiran kita, memulai usaha dengan seorang isteri, sebuah rumah tinggal, dan sepetak kebun kurma seharusnya lebih menjanjikan daripada pergi ke pasar dengan tangan kosong. Tetapi bagi ‘Abdurrahman ibn ‘Auf agaknya itu justru terlihat sebagai belenggu. Itu sebuah beban yang memberati langkahnya untuk menggapai kemuliaan yang lebih tinggi. Keajaiban itu datang dalam keterbatasan ikhtiyar keras si tangan kosong. Bukan pada kelimpahan yang ditawarkan saudaranya.

Memulai dengan tangan kosong seperti ‘Abdurrahman ibn ‘Auf seharusnya menjadi penyemangat kita bahwa itu semua mudah. Mungkin dan bisa. Tetapi apakah kemudahan itu? Suatu hari dalam perjamuan Raja Ferdinand dan Ratu Isabella, semua orang mencibir perjalanan Columbus menemukan dunia baru sebagai hal yang sebenarnya sangat mudah. Tinggal berlayar terus ke barat. Lalu ketemu.

Christopher Columbus tersenyum dari kursinya. Diambil dan ditimangnya sebutir telur rebus dari piring di depannya. “Tuan-tuan”, suaranya menggelegar memecah ricuh bebisikan. “Siapa di antara kalian yang mampu memberdirikan telur ini dengan tegak?”

“Christopher”, kata seorang tua di sana, “Itu adalah hal yang tidak mungkin!”

Semua mengangguk mengiyakan.

“Saya bisa”, kata Columbus. Dia menyeringai sejenak lalu memukulkan salah satu ujung telurnya sampai remuk. Lalu memberdirikannya.

“Oh.. Kalau begitu, kami juga bisa!”, kata seseorang. “Ya.. ya.. ya..”, seru yang lain. Dan senyum Columbus makin lebar. Katanya, “Itulah bedanya aku dan kalian Tuan-tuan! Aku memang hanya melakukan hal-hal yang mudah dalam kehidupan ini. Tetapi aku melakukannya di saat semua orang mengatakan bahwa hal mudah itu mustahil!”

Nah, para pengemban da’wah, bekerjalah. Maka keajaiban akan menyapa dari arah tak terduga. Mulailah. Karena dalam keberanian memulai itulah terletak kemudahannya. Bukan soal punya dan tak punya. Mampu atau tak mampu. Miskin atau kaya. Kita bekerja, karena bekerja adalah bentuk kesyukuran yang terindah. Seperti firmanNya;

“..Bekerjalah hai keluarga Daud, untuk bersyukur. Dan sedikit sekali di antara hambaKu yang pandai bersyukur.” (Saba’ 13)

salim a. fillah
DAN UCAPKANLAH KEPADA IBU-BAPAKMU PERKATAAN YANG MULIA DAN RENDAHKANLAH DIRIMU TERHADAP KEDUANYA DENGAN PENUH KASIH SAYANG DAN DO'AKANLAH:'WAHAI ROBB-KU, KASIHANILAH KEDUANYA SEPERTI KEDUANYA TELAH MENDIDIK AKU DI WAKTU AKU KECIL'." (QS. AL ISRAA':23-24)




Ketika aku sudah tua, bukan lagi aku yang dahulu.
Mengertilah,
bersabarlah sedikit terhadap aku.

Ketika pakaianku terciprat sup,
ketika aku lupa bagaimana mengikat sepatu, ingatlah bagaimana dahulu aku mengajarmu.
Ketika aku berulang-ulang berkata-kata tentang sesuatu yang telah bosan kau dengar,
bersabarlah mendengarkan, jangan memutus pembicaraanku.

Ketika kau kecil, aku selalu harus mengulang cerita yang telah
beribu-ribu kali kuceritakan agar kau tidur.

Ketika aku memerlukanmu untuk memandikanku,
jangan marah padaku.
Ingatkah sewaktu kecil aku harus memakai segala cara
untuk membujukmu mandi?

Ketika aku tak paham sedikitpun tentang teknologi dan hal-hal baru,
jangan mengejekku.
Pikirkan bagaimana dahulu aku begitu sabar menjawab setiap "mengapa" darimu.

Ketika aku tak dapat berjalan,
ulurkan tanganmu yang masih kuat untuk memapahku.
Seperti aku memapahmu saat kau belajar berjalan waktu masih kecil.

Ketika aku seketika melupakan pembicaraan kita,
berilah aku waktu untuk mengingat.
Sebenarnya bagiku, apa yang dibicarakan tidaklah penting,
asalkan kau disamping mendengarkan, aku sudah sangat puas.

Ketika kau memandang aku yang mulai menua,
janganlah berduka.
Mengertilah aku, dukung aku,
seperti aku menghadapimu ketika kamu mulai
belajar menjalani kehidupan.
Waktu itu aku memberi petunjuk bagaimana
menjalani kehidupan ini,

Sekarang temani aku menjalankan sisa hidupku.
Beri aku cintamu dan kesabaran, aku akan memberikan senyum penuh rasa
syukur, dalam senyum ini terdapat cintaku yang tak terhingga untukmu.
ur Dad & Mom

CINTA ITU . . .

Minggu, April 19, 2009 3 comments

Cinta tidak pernah meminta, ia sentiasa memberi, cinta membawa penderitaan, tetapi tidak pernah berdendam, tak pernah membalas dendam. Di mana ada cinta di situ ada kehidupan; manakala kebencian membawa kepada kemusnahan.~ Mahatma Ghandi

Tuhan memberi kita dua kaki untuk berjalan, dua tangan untuk memegang, dua telinga untuk mendengar dan dua mata untuk melihat. Tetapi mengapa Tuhan hanya menganugerahkan sekeping hati pada kita? Karena Tuhan telah memberikan sekeping lagi hati pada seseorang untuk kita mencarinya. Itulah namanya Cinta.

Ada 2 titis air mata mengalir di sebuah sungai. Satu titis air mata tu menyapa air mata yg satu lagi,"Saya air mata seorang gadis yang mencintai seorang lelaki tetapi telah kehilangannya. Siapa kamu pula?.Jawab titis air mata kedua tu,"Saya air mata seorang lelaki yang menyesal membiarkan seorang gadis yang mencintai saya berlalu begitu sahaja."

Cinta sejati adalah ketika dia mencintai orang lain, dan kamu masih mampu tersenyum, sambil berkata: aku turut bahagia untukmu.

Jika kita mencintai seseorang, kita akan sentiasa mendoakannya walaupun dia tidak berada disisi kita.

Jangan sesekali mengucapkan selamat tinggal jika kamu masih mau mencoba. Jangan sesekali menyerah jika kamu masih merasa sanggup. Jangan sesekali mengatakan kamu tidak mencintainya lagi jika kamu masih tidak dapat melupakannya.

Perasaan cinta itu dimulai dari mata, sedangkan rasa suka dimulai dari telinga. Jadi jika kamu mahu berhenti menyukai seseorang, cukup dengan menutup telinga. Tapi apabila kamu Coba menutup matamu dari orang yang kamu cintai, cinta itu berubah menjadi titisan air mata dan terus tinggal dihatimu dalam jarak waktu yang cukup lama.

Cinta datang kepada orang yang masih mempunyai harapan walaupun mereka telah dikecewakan. Kepada mereka yang masih percaya, walaupun mereka telah dikhianati. Kepada mereka yang masih ingin mencintai, walaupun mereka telah disakiti sebelumnya dan kepada mereka yang mempunyai keberanian dan keyakinan untuk membangunkan kembali kepercayaan.

Jangan simpan kata-kata cinta pada orang yang tersayang sehingga dia meninggal dunia , lantaran akhirnya kamu terpaksa catatkan kata-kata cinta itu pada pusaranya . Sebaliknya ucapkan kata-kata cinta yang tersimpan dibenakmu itu sekarang selagi ada hayatnya.

Mungkin Tuhan menginginkan kita bertemu dan bercinta dengan orang yang salah sebelum bertemu dengan orang yang tepat, kita harus mengerti bagaimana berterima kasih atas kurniaan itu.

Cinta bukan mengajar kita lemah, tetapi membangkitkan kekuatan. Cinta bukan mengajar kita menghinakan diri, tetapi menghembuskan kegagahan. Cinta bukan melemahkan semangat, tetapi membangkitkan semangat -Hamka

Cinta dapat mengubah pahit menjadi manis, debu beralih emas, keruh menjadi bening, sakit menjadi sembuh, penjara menjadi telaga, derita menjadi nikmat, dan kemarahan menjadi rahmat.

Sungguh menyakitkan mencintai seseorang yang tidak mencintaimu, tetapi lebih menyakitkan adalah mencintai seseorang dan kamu tidak pernah memiliki keberanian untuk menyatakan cintamu kepadanya.

Hal yang menyedihkan dalam hidup adalah ketika kamu bertemu seseorang yang sangat berarti bagimu. Hanya untuk menemukan bahawa pada akhirnya menjadi tidak bererti dan kamu harus membiarkannya pergi.

Kamu tahu bahwa kamu sangat merindukan seseorang, ketika kamu memikirkannya hatimu hancur berkeping.
Dan hanya dengan mendengar kata kata darinya, dapat menyatukan kembali kepingan hati tersebut.

Tuhan ciptakan 100 bahagian kasih sayang. 99 disimpan disisinya dan hanya 1 bahagian diturunkan ke dunia. Dengan kasih sayang yang satu bahagian itulah, makhluk saling berkasih sayang sehingga kuda mengangkat kakinya kerana takut anaknya terpijak.

Kadangkala kamu tidak menghargai orang yang mencintai kamu sepenuh hati, sehinggalah kamu kehilangannya. Pada saat itu, tiada guna sesalan karena perginya tanpa berpatah lagi.

Jangan mencintai seseorang seperti bunga, kerana bunga mati kala musim berganti. Cintailah mereka seperti sungai, kerana sungai mengalir selamanya.

Cinta mampu melunakkan besi, menghancurkan batu, membangkitkan yang mati dan meniupkan kehidupan padanya serta membuat budak menjadi pemimpin. Inilah dasyatnya cinta !

Permulaan cinta adalah membiarkan orang yang kamu cintai menjadi dirinya sendiri, dan tidak merubahnya menjadi gambaran yang kamu inginkan. Jika tidak, kamu hanya mencintai pantulan diri sendiri yang kamu temukan di dalam dirinya.

Cinta itu adalah perasaan yang mesti ada pada tiap-tiap diri manusia, ia laksana setitis embun yang turun dari langit,bersih dan suci. Cuma tanahnyalah yang berlain-lainan menerimanya. Jika ia jatuh ke tanah yang tandus,tumbuhlah oleh kerana embun itu kedurjanaan, kedustaan, penipu, langkah serong dan lain-lain perkara yang tercela. Tetapi jika ia jatuh kepada tanah yang subur,di sana akan tumbuh kesuciaan hati, keikhlasan, setia budi pekerti yang tinggi dan lain-lain perangai yang terpuji.~ Hamka

Kata-kata cinta yang lahir hanya sekadar di bibir dan bukannya di hati mampu melumatkan seluruh jiwa raga, manakala kata-kata cinta yang lahir dari hati yang ikhlas mampu untuk mengubati segala luka di hati orang yang mendengarnya.

Kamu tidak pernah tahu bila kamu akan jatuh cinta. namun apabila sampai saatnya itu, raihlah dengan kedua tanganmu,dan jangan biarkan dia pergi dengan sejuta rasa tanda tanya dihatinya

Cinta bukanlah kata murah dan lumrah dituturkan dari mulut ke mulut tetapi cinta adalah anugerah Tuhan yang indah dan suci jika manusia dapat menilai kesuciannya.

Bukan laut namanya jika airnya tidak berombak. Bukan cinta namanya jika perasaan tidak pernah terluka. Bukan kekasih namanya jika hatinya tidak pernah merindu dan cemburu.

Bercinta memang mudah. Untuk dicintai juga memang mudah. Tapi untuk dicintai oleh orang yang kita cintai itulah yang sukar diperoleh.

Satu-satunya cara agar kita memperolehi kasih sayang, ialah jangan menuntut agar kita dicintai, tetapi mulailah memberi kasih sayang kepada orang lain tanpa mengharapkan balasan. (Dale Carnagie)

taken from: SWEET

This Song is For Ghaza, which told about the Ghaza atmosphere at this time...
LISTEN and read it with conscience. . !
THINK ABOUT IT ! !
WHAT WILL YOU DO???


A blinding flash of white light
Lit up the sky over Gaza tonight
People running for cover
Not knowing whether they’re dead or alive

They came with their tanks and their planes
With ravaging fiery flames
And nothing remains
Just a voice rising up in the smoky haze

We will not go down
In the night, without a fight
You can burn up our mosques and our homes and our schools
But our spirit will never die
We will not go down
In Gaza tonight

Women and children alike
Murdered and massacred night after night
While the so-called leaders of countries afar
Debated on who’s wrong or right

But their powerless words were in vain
And the bombs fell down like acid rain
But through the tears and the blood and the pain
You can still hear that voice through the smoky haze

We will not go down
In the night, without a fight
You can burn up our mosques and our homes and our schools
But our spirit will never die
We will not go down
In Gaza tonight

"Jika kamu tidak memahami teman kamu dalam semua keadaan, maka kamu tidak akan pernah memahaminya sampai bila-bila."--Khalil Gibran--
Kebanyakakan dari kita berharap agar kita bisa di mengerti oleh orang lain. Komposisi kelompok ini jauh lebih mendominasi daripada sekelompok orang yang berusaha mengerti orang lain. Hal semacam ini tampaknya sudah lumrah dalam kehidupan manusia karena memang seperti inilah fitrah manusia. Mungkin karena hal inilah banyak pepatah, kata mutiara, nasehat-nasehat orang tua dan yang semisalnya mengatakan, “bila ingin hidup harmonis dan bahagia mesti ada saling pengertian antara kedua belah pihak”. Intinya bukan lagi mempertanyakan kenapa kamu tidak bisa mengerti aku karena hal ini menjadi rancu bila dihadapkan dengan pertanyaan, “siapakah yang harus mengerti? aku yang harus mengerti kamu, atau kamu mesti mengerti aku”. Idealnya sih sama-sama mengerti. Kamu mengerti aku, dan aku mengerti kamu. namun pada kenyataannya, kelompok yang mencoba saling pengerti ini jumlahnya jauh daripada orang-orang yang memaksakan egonya, dan dengan tanpa rasa bersalah berharapa orang lain mengerti tanpa peduli kalau orang lain juga layak untuk dipahami.

Kenyataan bahwa manusia ingin dimengerti sangatlah wajar. Menempatkan harapan-harapan kita untuk bisa dimengerti orang lain di pundak kawan-kawan kita, pasangan hidup, atau orang-orang dewasa lainnya bukan suatu kesalahan. Namun banyak juga yang menaruh harapan ini jauh diluar akal sehat. Bayangkan saja bila ada orang tua yang mengharapkan pengertian anak-anaknya yang usianya kurang dari dua belas tahun. Ia berharap anak-anaknya dapat memahami susahnya hidup yang ia jalani misalnya. Atau seorang anak yang telah dewasa secara umum berharap pengertian orang tuanya yang telah jompo dan begitu menginginkan perhatian lebih. Tentu saja bila keadaan ini dipaksakan akan banyak menimbulkan gejolak dalam kehidupan emosional kita. Kita mungkin bisa melihat anak-anak kita tampak begitu paham dengan apa yang kita harapkan. Tetapi apakah memang demikian. Bisa jadi mereka berbuat seperti itu bukan karena ia mengerti, melainkan karena ia tidak punya kuasa atas arogansi kita dalam memaksakan keinginan.

Semua itu hanyalah pendapat pribadi saya yang mencoba merenungi kenyataan hidup (wuih sok jadi filsuf nich..he..3x). Saya sendiri belum memiliki seorang anak ataupun orang tua Jompo, jadi bisa bicara banyak tentang idealisme ini. Entah kelak, bila saya mengalami sendiri masalah ini, mungkin saya bisa mengerti mengapa kita begitu berharap akan pengertian anak-anak dan orang tua kita. Pastinya saya selalu berdo’a agar kelak saya masih bisa ingat akan tulisan ini bila kenyataan itu datang menyapa jalan hidup saya. tentu saja saya juga berdo’a agar tidak salah mengerti akan meraka dan orang-orang lain yang menghiasi hidup saya. Karena saya tahu, salah mengerti tidak jauh berbeda dengan tidak mengerti

Al I'tiraf

Jumat, Desember 26, 2008 , 0 comments


Ilaahi lastu lilfirdausi ahlan
walaa aqwaa 'alannaaril jahimi
fahabli taubatan waghfir dzunuubi
fa innaka ghoofiruddzambil 'adziimi

Dzunuubi mitslu a'daadir rimaali
fahablii taubatan yaa dzaljalaali
wa'umrii naaqishun fiikulliyaumi
wa dzambii zaa-idum kaifahtimali

Ilaahi 'abdukal 'aashi ataaka
muqirron biddzunuubi waqod da'aaka
fa in taghfir fa anta lidzaaka ahlun
wa in tadrud faman narjuu siwaaka

Ya Tuhanku, tidak pantas bagiku menjadi penghuni surga-Mu
Namun, aku tidak kuat dengan panasnya api neraka
Terimalah taubatku dan ampunilah dosa-dosaku
Sesungguhnya Engkau Maha Pengampun dosa-dosa besar

Dosaku seperti jumlah pasir
Maka terimalah pengakuan taubatku Wahai Pemilik Keagungan
Dan umurku berkurang setiap hari
Dan dosaku bertambah, bagaimana aku menanggungnya

Ya Tuhanku, hamba-Mu yang berdosa ini datang kepada-Mu
Mengakui dosa-dosaku dan telah memohon pada-Mu
Seandainya Engkau mengampuni
Memang Engkaulah Pemilik Ampunan
Dan seandainya Engkau menolak taubatku
Kepada siapa lagi aku memohon ampunan selain hanya kepada-MU

Indahnya Malam Pertama

Selasa, Desember 09, 2008 2 comments


Satu hal sebagai bahan renungan Kita...
Tuk merenungkan indahnya malam pertama
Tapi bukan malam penuh kenikmatan duniawi semata
Bukan malam pertama masuk ke peraduan Adam Dan Hawa

Justru malam pertama perkawinan kita dengan Sang Maut
Sebuah malam yang meninggalkan isak tangis sanak saudara
Hari itu...mempelai sangat dimanjakan
Mandipun...harus dimandikan
Seluruh badan Kita terbuka....
Tak Ada sehelai benangpun menutupinya. .
Tak Ada sedikitpun rasa malu...
Seluruh badan digosok Dan dibersihkan
Kotoran dari lubang hidung dan anus dikeluarkan
Bahkan lubang - lubang itupun ditutupi kapas putih...
Itulah sosok Kita....
Itulah jasad Kita waktu itu

Setelah dimandikan....
Kitapun kan dipakaikan gaun cantik berwarna putih
Kain itu ...jarang orang memakainya..
Karena bermerk sangat terkenal bernama Kafan
Wewangian ditaburkan ke baju Kita...
Bagian kepala..,badan. .., Dan kaki diikatkan
Tataplah.... tataplah. ..itulah wajah Kita
Keranda pelaminan... langsung disiapkan
Pengantin bersanding sendirian...

Mempelai di arak keliling kampung bertandukan tetangga
Menuju istana keabadian sebagai simbol asal usul
Kita diiringi langkah gontai seluruh keluarga
Serta rasa haru para handai taulan
Gamelan syahdu bersyairkan adzan dan kalimah Dzikir
Akad nikahnya bacaan talkin...
Berwalikan liang lahat..
Saksi - saksinya nisan-nisan. .yang tlah tiba duluan
Siraman air mawar..pengantar akhir kerinduan

Dan akhirnya.... . Tiba masa pengantin..
Menunggu Dan ditinggal sendirian...
Tuk mempertanggungjawab kan seluruh langkah
kehidupan
Malam pertama bersama KEKASIH..
Ditemani rayap - rayap Dan cacing tanah
Di kamar bertilamkan tanah..
Dan ketika 7 langkah tlah pergi....
Kitapun kan ditanyai oleh sang Malaikat...
Kita tak tahu apakah akan memperoleh Nikmat Kubur...
Ataukah Kita kan memperoleh Siksa Kubur.....
Kita tak tahu...Dan tak seorangpun yang tahu....
Tapi anehnya Kita tak pernah galau ketakutan... .
Padahal nikmat atau siksa yang kan kita terima
Kita sungkan sekali meneteskan air mata...
Seolah barang berharga yang sangat mahal...

Dan Dia Kekasih itu.. Menetapkanmu ke syurga..
Atau melemparkan dirimu ke neraka..
Tentunya Kita berharap menjadi ahli syurga...
Tapi....tapi ....sudah pantaskah sikap kita selama ini...
Untuk disebut sebagai ahli syurga

Saya hampir membuang postingan ini namun saya telah diberi anugerah untuk membaca terus hingga ke akhir.
ALLAH, bila saya membaca postingan ini, saya pikir saya tidak ada waktu untuk ini....
Lebih lebih lagi diwaktu kerja. Kemudian saya tersadar bahwa pemikiran semacam inilah yang ....
Sebenarnya, menimbulkan pelbagai masalah di dunia ini.

Kita coba menyimpan ALLAH didalam MASJID pada hari Jum'at......
Mungkin malam JUM'AT?
Dan sewaktu solat MAGRIB SAJA?
Kita suka ALLAH pada masa kita sakit....
Dan sudah pasti waktu ada kematian...

Walau bagaimanapun kita tidak ada waktu atau ruang untuk ALLAH waktu bekerja atau bermain?
Karena...
Kita merasakan diwaktu itu kita mampu dan sewajarnya mengurus sendiri
tanpa bergantung padaNYA.

Semoga ALLAH mengampuni aku karena menyangka... ...
Bahwa nun di sana masih ada tempat dan waktu
dimana ALLAH bukan lah yang paling utama dalam hidup ku (nauzubillah)

Kita sepatutnya senantiasa mengenang akan segala yang telah DIA berikan
kepada kita.
DIA telah memberikan segala-galanya kepada kita sebelum kita meminta.

ALLAH
Dia adalah sumber kewujudanku dan Penyelamatku
IA lah yang mengerakkan ku setiap detik dan hari.
TanpaNYA aku adalah AMPAS yang tak berguna.

Susah vs. Senang
Kenapa susah sekali menyampaikan kebenaran?

Kenapa mengantuk dalam MASJID tetapi ketika selesai ceramah kita segar
kembali?
Kenapa mudah sekali membuang e-mail agama tetapi kita bangga mem
"forward" kan email yang tak senonoh?
Hadiah yang paling istimewa yang pernah kita terima.
Solat adalah yang terbaik.... Tidak perlu bayaran , tetapi ganjaran
lumayan.
Notes: Tidak kah lucu betapa mudahnya bagi manusia TIDAK Beriman PADA
ALLAH
setelah itu heran kenapakah dunia ini menjadi neraka bagi mereka.

Tidakkah
lucu bila seseorang berkata "AKU BERIMAN PADA ALLAH" TETAPI SENTIASA
MENGIKUT SYAITAN. (who, by the way, also "believes" in ALLAH ).

Tidakkah
lucu bagaimana anda mampu mengirim ribuan email lawak yang akhirnya
tersebar bagai api yang tidak terkendali., tetapi bila anda mengirim
email mengenai ISLAM, sering orang berpikir 10 kali untuk berkongsi?

Tidakkah
mengherankan bagaimana bila anda mulai mengirim pesan ini anda tidak
akan mengirim kepada semua rekan anda karena memikirkan apa tanggapan
mereka terhadap anda atau anda tak pasti apakah mereka suka atau
tidak?.

Tidakkah mengherankan bagaimana anda merasa risau akan tanggapan orang
kepada saya lebih dari tanggapan ALLAH terhadap anda.

Aku berDOA , untuk semua yang mengirim pesan ini kepada semua rekan
mereka di rahmati ALLAH.

Andai AlQuran Bisa Bicara

Selasa, Desember 09, 2008 0 comments


Dulu...pagi-pagi...surah-surah yang ada padaku engkau baca beberapa halaman
Sore harinya aku kau baca beramai-ramai bersama temanmu di surau.....
Sekarang... pagi-pagi sambil minum kopi...engkau baca Koran pagi atau nonton berita TV

Sekarang aku engkau simpan rapi sekali hingga kadang engkau lupa dimana menyimpannya
Aku sudah engkau anggap hanya sebagai perhiasan rumahmu
Kadang kala aku dijadikan mas kawin agar engkau dianggap bertaqwa
Atau aku hanya kau buat penangkal untuk menakuti hantu dan syetan
Kini aku lebih banyak tersingkir, dibiarkan dalam kesendirian dalam kesepian
Di atas lemari, di dalam laci, aku engkau pendamkan.

Waktu senggang..engkau sempatkan membaca buku karangan manusia
Sedangkan aku yang berisi ayat-ayat yang datang dari Allah Yang Maha Perkasa,
engkau campakkan, engkau abaikan dan engkau lupakan...

Waktu berangkat kerjapun kadang engkau lupa baca pembuka surah2ku
(Bismillahirrahmnairrahiim)

Diperjalanan engkau lebih asyik menikmati musik duniawi
Tidak ada kaset yang berisi ayat Allah yang terdapat padaku di laci mobilmu
Sepanjang perjalanan radiomu selalu tertuju ke stasiun radio favoritmu
Aku tahu kalau itu bukan Stasiun Radio yang senantiasa melantunkan ayatku

Di meja kerjamu tidak ada aku untuk kau baca sebelum kau mulai kerja
Di Komputermu pun kau putar musik favoritmu
Jarang sekali engkau putar ayat-ayatku melantun
E-mail temanmu yang ada ayat-ayatkupun kadang kau abaikan
Engkau terlalu sibuk dengan urusan duniamu
Benarlah dugaanku bahwa engkau kini sudah benar-benar melupakanku....????

Bila malam tiba engkau tahan nongkrong berjam-jam di depan TV Menonton
pertandingan Liga Italia, musik atau Film dan Sinetron laga

Di depan komputer berjam-jam engkau betah duduk hanya untuk sekedar membaca
berita murahan dan gambar sampah

Waktupun cepat berlalu...aku menjadi semakin kusam dalam lemari
Mengumpul debu dilapisi abu dan mungkin dimakan kutu
Seingatku hanya awal Ramadhan engkau membacaku kembali
Itupun hanya beberapa lembar dariku
Dengan suara dan lafadz yang tidak semerdu dulu
Engkaupun kini terbata-bata dan kurang lancar lagi setiap membacaku.

Apakah Koran, TV, radio , komputer, dapat memberimu pertolongan?
Bila engkau di kubur sendirian menunggu sampai kiamat tiba
Engkau akan diperiksa oleh para malaikat suruhanNya
Hanya dengan ayat-ayat Allah yang ada padaku engkau dapat selamat melaluinya.

Sekarang engkau begitu enteng membuang waktumu...
Setiap saat berlalu...kuranglah jatah umurmu...
Dan akhirnya kubur sentiasa menunggu kedatanganmu..
Engkau bisa kembali kepada Tuhanmu sewaktu-waktu
Apabila malaikat maut mengetuk pintu rumahmu.
Bila aku engkau baca selalu dan engkau hayati...
Di kuburmu nanti....
Aku akan datang sebagai pemuda gagah nan tampan yang akan membantu engkau membela diri
Bukan koran yang engkau baca yang akan membantumu
Dari perjalanan di alam akhirat
Tapi Akulah "AlQur'an" kitab sucimu
yang senantiasa setia menemani dan melindungimu

Peganglah aku lagi . .. bacalah kembali aku setiap hari karena ayat-ayat
yang ada padaku adalah ayat suci Yang berasal dari
Allah, Tuhan Yang Maha Mengetahui
Yang disampaikan oleh Jibril kepada Muhammad Rasulullah.

Keluarkanlah segera aku dari lemari atau lacimu...
Jangan lupa bawa kaset yang ada ayatku dalam laci mobilmu
Letakkan aku selalu di depan meja kerjamu
Agar engkau senantiasa mengingat Tuhanmu

Sentuhilah aku kembali...
Baca dan pelajari lagi aku....
Setiap datangnya pagi dan sore hari
Seperti dulu....dulu sekali...
Waktu engkau masih kecil , lugu dan polos...

Di surau kecil kampungmu yang damai
Jangan biarkan aku sendiri....
Dalam bisu dan sepi....

PRAKTIKUM FISIKA DASAR

Minggu, November 16, 2008 0 comments


Salam 'alaikum smuanya....
Sorry banget ya, coz udah bikin ente-ente jengkel  + bete + marah + sedih + bumbu yang berkenaan dengan kesedihan yang hanya disebabkan gara2 blog yang lucu n imut  + rada2 cool ini , cape nyari, bolak balik halaman tetap aja ga ada file2 yang di cari untuk di download...wakakaaka "naniannn ne nu..." heehheehe....
Jangan marah gitu donk.....  klo emank marah, hancurin aja PC atau laptopnya.. hehehe
so.. di bawah ini ada link buat ente download E-Booknya , kalo mau download, klik aja linknya, kalo ga mau, ya harus mau...wajib !!  hehehe...
ada banyak lo yang musti ente donlod.... sabar aja ya..
trus, jangan lupa di kerjain tugasnya.. klo mau nilainya bagus.
eits... selain di blog ini, kalian juga bisa dapat link donlodnya di blog yang satu ini, klik di sini
Ini file buat di download,

1. ENGINEERING AND SCIENTIFIC CALCULATIONS USING MATLAB
     Untuk download, klik Di Sini

2. LEARNING MATLAB
     Untuk download, klik Di Sini

3. MATLAB COMPANION FOR MULTIVARIABLE CALCULUS
     Untuk download, Klik Di Sini

4. ESSENTIAL MATLAB FOR ENGINEERS AND SCIENTISTS
     Untuk download, klik Di Sini

Kalo sudah didownload, Jangan lupa disimpan, cara downloadnya cuma tinggal klik2 doank kok, pasti ngerti kan??heheehe , Insyaallah berhasil. kalo gagal coba lagi, kalo masih gagal ya coba sekali lagi, kalo memang masih gagal lagi ya mungkin servernya lagi down atau itu emang karena kamu kurang beruntung.  
Kalo nggak bisa di download tolong kabari kami, jangan lupa kasih komentar di bawah postingan ya...kalo ada yang masih kurang jelas, langsung saja kirim commentnya........hahahaha

Nb : Postingan ini postingan Khusus


THE CLICK FIVE_JENNY

Jumat, Oktober 31, 2008 0 comments


She calls me baby, then she won't call me.
Says she adores me and then ignores me.
Jenny, what's the problem?
She keeps her distance and sits on fences.
Puts up resistance and builds defenses.

Jenny, what's the problem?
You leave me hanging on the line.
Every time you change your mind.

First You say you won't, then you say you will.
You keep me hanging on, and we're not moving on.
We're standing still, Jenny. You got me on my knees.
Jenny, it's killing me.

She needs her own space. She's playing mind games.
Ends up at my place saying that she's changed.
Jenny, what's the problem?
I'm trying to read between the lines.
You got me going out of my mind.

First, you say you won't, then you say you will.
You keep me hanging on, and we're not moving on.
We're standing still, Jenny. You got me on my knees.
Jenny, it's killing me. It's killing me. It's killing me.
Jenny.

First, you say you won't, then you say you will.
You keep me hanging on, and we're not moving on.
We're standing still, Jenny. You got me on my knees.
Jenny.

First, you say you won't, then you say you will.
You keep me hanging on, and we're not moving on.
We're standing still, Jenny. You got me on my knees.
Jenny. It's killing me. It's killing me. Jenny.

GREEN DAY_Macy's Day Parade

Minggu, Oktober 26, 2008 0 comments


Today's the Macy's Day parade.
The night of the living dead is on it's way...
with a credit report for duty call.
It's a lifetime guarantee.
Stuffed in a coffin 10% more free.
Red light special at the mausoleum.

Give me something that I need.
Satisfaction guaranteed to you.
What's the consolation prize?
Economy sized dreams of hope.

When I was a kid, I thought...
I wanted all the things that I haven't got.
Oh, but I learned the hardest way.
Then I realized what it took...
to tell the difference between thieves and crooks.
A lesson learned for me and you.

Give me something that I need.
Satisfaction guaranteed...

'Cause I'm thinkin about a brand new hope.
The one I've never known.
'Cause now I know it's all that I wanted.

What's the consolation prize?
Economy sized dreams of hope.
Give me something that I need.
Satisfaction guaranteed.

'Cause I'm thinkin' about a brand new hope.
The one I've never known.
And where it goes...

And I'm thinkin' about the only road.
The one I've never known.
And where it goes...

And I'm thinkin' about a brand new hope.
The one I've never known.
'Cause now I know it's all that I wanted.

WANITA PENGHUNI NERAKA

Minggu, Oktober 26, 2008 0 comments


Di antara fitnah yang diberitakan oleh Nabi Muhammad SAW disebutkan dalam hadits shahih, antara lain bahwa Nabi Muhammad SAW pernah bersabda, "Ada dua golongan manusia (penghuni neraka) dari kalangan ummatku yang sekarang belum kulihat keberadaannya, yaitu segolongan orang yang membawa cambuk seperti ekor sapi untuk memukuli orang lain dan segolongan wanita yang berpakaian tetapi telanjang dengan langkah yang berlenggak-lenggok memikat lawan jenisnya; (rambut) kepala mereka seperti punuk unta. Mereka tidak bakal mencium bau surga." (HR. Muslim dan Ahmad).

Adapun mengenai kaum wanita yang dimaksud adalah wanita yang pada masa sekarang kita telah melihatnya. Mereka berpenampilan memikat hati dan menawan jiwa. Cara jalan mereka diatur sedemikian rupa lenggang-lenggoknya untuk menarik lawan jenisnya dan ternyata pengaruhnya demikian hebat. Kini, banyak pemudi Islam keluar dari rumah orangtuanya dengan merias dirinya dan mengenakan wewangian yang seronok, dan menanggalkan ajaran laa ilaaha illallaah ke belakang punggungnya seakan-akan memamerkan kepada para penjahat, "Lihatlah! Ini aku!" Selanjutnya, ia pulang dan apa yang dibawanya? Tentu saja ia kembali dengan membawa laknat Allah. Semoga Allah menghindarkan kita dari fitnah ini. Dalam hadits shahih disebutkan juga bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda, "Wanita yang mengenakan farfumnya, kemudian berlalu di hadapan kaum lelaki agar mereka dapat mencium bau harumnya, maka ia sama saja dengan wanita tuna susila." (HR. Ahmad, Abu Dawud, Tirmidzi, dan Nasa'i).

Demikian itu karena mata jalang mereka pasti akan memandangnya. Oleh karena itu, wahai kaum wanita, hindarilah fitnah ini! Hindarilah fitnah ini! Rasulullah SAW telah bersabda, "Aku tidak meninggalkan pada ummatku suatu fitnah pun yang lebih membahayakan kaum lelaki, selain wanita." (HR. Bukhari, Muslim, Ahmad, dan Tirmidzi).

Iblis tidak mampu menyesatkan banyak manusia yang mendapat petunjuk, kecuali melalui wanita. Oleh karena itu, saya katakan kepada kaum wanita, mudah-mudahan ada yang mau mendengar dan mudah-mudahan hati mereka terketuk. Mudah-mudahan mereka merenungkan dan memikirkannya dengan hati yang jernih. Wahai saudariku, wahai ibuku, wahai wanita muslimah, bertakwalah kepada Allah dalam memelihara iman dan kehormatanmu. Bertaqwalah kepada Allah dalam memelihara iman dan kehormatanmu. Bertaqwalah kepada Allah dalam bergaul dengan masyarakat. Bertaqwalah kepada Allah dalam bergaul dengan para hamba dan memelihara negeri, karena engkaulah yang bertanggung jawab atas terjadinya fitnah bila menimpa mereka. Janganlah engkau menjadi penyebab terjerumusnya orang lain ke dalam marabahaya.

Wahai hamba perempuan Allah, jagalah rumahmu! Jagalah rumahmu (menetaplah di rumahmu)! Wahai hamba perempuan Allah, di kemanakankah imanmu? Manakah hasil pendidikan Nabi Muhammad SAW? Di kemanakankah firman Allah SWT, "Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang Jahiliyah yang dahulu..." (QS. Al-Ahzaab (33) : 33).

IWAN FALS_SARJANA MUDA

Selasa, Oktober 14, 2008 0 comments


Berjalan seorang pria muda
Dengan jaket lusuh dipundaknya
Disela bibir tampak mengering
Terselip sebatang rumput liar

Jelas menatap awan berarak
Wajah murung semakin terlihat
Dengan langkah gontai tak terarah
Keringat bercampur debu jalanan


Engkau sarjana muda
Resah mencari kerja
Mengandalkan ijazahmu

Empat tahun lamanya
Bergelut dengan buku
Tuk jaminan masa depan

Langkah kakimu terhenti
Didepan halaman sebuah jawatan

Terjenuh lesu engkau melangkah
Dari pintu kantor yang diharapkan
Terngiang kata tiada lowongan
Untuk kerja yang didambakan

Tak perduli berusaha lagi
Namun kata sama kau dapatkan
Jelas menatap awan berarak
Wajah murung semakin terlihat

Engkau sarjana muda
Resah tak dapat kerja
Tak berguna ijazahmu

Empat tahun lamanya
Bergelut dengan buku
Sia sia semuanya

Setengah putus asa dia berucap... maaf ibu...
fs1


Imam Syafi'i pernah mengungkapkan sebuah ungkapan yang bunyinya : "Tafakkur satu jam, lebih baik dari ibadah satu tahun." Sepintas, ungkapan Imam Syafi'i tersebut berlebihan. Bagaimana mungkin sebuah amal yang dilakukan dalam rentang 1 jam, bisa lebih baik dari ibadah selama satu tahun?

Ungkapan Imam Syafi'i itu tentu tidak disampaikan dalam konteks perbandingan yang saling menafikan antara yang satu dengan yang lain. Imam Syafi'i tidak mengajak agar orang melakukan tafakkur satu jam, lalu tak perlu beribadah selama satu tahun. Sama sekali tidak. Ia hanya ingin menekankan pentingnya merenung, menghisab diri, mengevaluasi amal yang telah lalu, menekuri hidup, dan seterusnya. Sikap ini sangat penting dan bahkan menjadi syarat seseorang untuk mampu memiliki kualitas ibadah yang lebih baik.

Ada beberapa langkah praktis yang bisa kita lakukan agar kita terbiasa mengambil pelajaran dari masa lalu, baik dari apa yang telah dilakukan diri sendiri, maupun orang lain.

Merenung, Bermuhasabah, atau Mengevaluasi Amal dalam Satu Hari
Kebiasaan seperti inilah yang dilakukan seorang sahabat yang menurut Rasulullah sebagai ahli surga. Dalam hadits shahih disebutkan dalam tiga kesempatan Rasulullah menyinggung kedatangan sahabat calon penghuni surga itu di dalam majelis para sahabat. Ahli surga itu ternyata bukan ahli ibadah yang kuantitas ibadahnya melebihi para sahabat lain. Ia hanya kerap melakukan evaluasi diri menjelang tidurnya setiap malam, lalu ia hapus semua rasa gundahnya pada sesama muslim.
Dalam kitab "Bukaul Mabrur" yang mengulas tentang tangisan orang-orang shalih disebutkan perkataan salafushalih, "Para orangtua kami selalu menghitung diri dari apa yang mereka perbuat dan apa yang mereka ucapkan, kemudian mereka menulisnya dalam sebuah daftar. Setelah shalat Isya', mereka mengeluarkan daftar amal dan ucapannya kemudian menimbangnya. Jika amalan yang diperbuat buruk dan perlu istighfar, maka mereka bertaubat dan beristighfar. Namun jika amalannya baik dan perlu disyukuri, mereka pun bersyukur kepada Allah hingga mereka tidur. Kami pun mengikuti jejak mereka. Kami mencatat apa yang kami perbuat dan menimbangnya."

Memiliki Agenda Harian untuk Mengevaluasi Amal-amal yang Telah Dilakukan
Agenda harian ini berisi daftar amal harian yang dianggap wajib dilakukan. Misalnya saja, kewajiban shalat Subuh dan Isya di masjid, memulai pekerjaan dengan Bismillah, membaca istighfar minimal 100 kali, membaca Al-Qur'an sekian halaman, dan sebagainya. Sebaiknya catat pula alasan, problem, dan hambatan yang menjadikan kita tidak mampu menunaikan amal-amal harian tersebut. Mencatat hambatan amal-amal baik akan menjadi bahan pengalaman agar bisa diantisipasi pada waktu selanjutnya. Sebagaimana setiap orang akan menerima lembaran-lembaran amalnya selama di dunia pada pengadilan akhirat nanti, setiap muslim sangat dianjurkan untuk menghitung-hitung sendiri amal-amalnya sejak di dunia. Tujuannya jelas, agar segala keburukan tidak terulang, dan segala kebaikan terpelihara bahkan lebih baik lagi. Umar RA memberi nasehat, "Hasibuu anfusakum, qabla an tuhasabuu." Hisablah amal-amal kalian sendiri, sebelum amal-amal kalian dihisab (oleh Allah di hari kiamat)."
Imam Hasan Al-Bashri mengatakan, "Sesungguhnya penghisaban di hari kiamat akan ringan bagi kaum yang telah menghisab amalannya di dunia, begitu pula sebaliknya penghisaban di hari kiamat akan berat bagi orang yang tidak menghisab amalannya di dunia."

Biasakan Menilai dan Mempertajam Kontrol Terhadap Diri Sendiri
Seseorang yang takjub dengan pribadi Hasan Al-Bashri pernah bertanya, "Siapa yang mendidikmu memiliki pribadi seperti ini?" Hasan Al-Bashri menjawab pendek, "Diriku sendiri." "Bagaimana bisa seperti itu?" tanya orang itu lagi. Hasan menguraikan, "Jika aku melihat keburukan pada orang lain, aku berusaha menghindarinya. Jika aku melihat kebaikan pada orang lain, aku berusaha mengikutinya. Dengan begitulah aku mendidik diriku sendiri."
Sikap ulama shalih generasi Tabi'in itu jelas menekankan pentingnya seseorang mengambil pelajaran dari sebuah peristiwa. Teorinya sederhana, meniru yang baik dan menghindari yang tidak baik. Tapi hasilnya, prinsip itulah yang melahirkan pribadi yang menakjubkan. Apa yang melatarbelakangi Hasan Al-Bashri berprinsip seperti itu? Tidak lain untuk menghindari kekeliruan masa lalu, baik yang dilakukan diri sendiri maupun orang lain. Itu kuncinya, sehingga dari hari ke hari ia selalu berupaya memperbaiki kepribadiannya.

Sadarilah bahwa Belajar dari Pengalaman Akan Menambah Kedewasaan dan Kebijaksanaan dalam Menyikapi Hidup
Semakin banyak orang bercermin terhadap masa lalu, maka ia akan semakin bijaksana dalam menentukan langkah. Saat mendapat kelapangan, seseorang tidak akan mudah larut oleh kesenangan. Ia berpikir bahwa ada kalanya lapang dan ada kalanya sempit. Saat mendapat kesulitan, ia juga tak mudah hanyut. Karena ia berpikir bahwa kesulitan akan silih berganti dengan kemudahan. Dan seterusnya. Perbandingan seperti ini membuat seorang mukmin tetap bersyukur apapun kondisi yang ia alami. Itulah variasi dan itulah wujud kesempurnaan hidup sehingga saling melengkapi. Tanpa sikap seperti ini, orang akan mudah terkena penyakit jiwa. Mudah gelisah dan selalu merasa tidak puas. Ia bahkan sulit merasa bahagia karena selalu terombang ambing oleh dinamika hidup itu sendiri.

Ketahuilah bahwa dalam Batas Tertentu Kesalahan dan Kekeliruan adalah Lumrah
Allah SWT tidak menciptakan manusia sempurna. Selalu saja ada manusia yang lebih di sini dan kurang di sana. Atau sebaliknya, lebih di sana dan kurang di sini. Sehingga prinsipnya jangan takut gagal dalam beramal. Tidak jarang, kegagalan dan kesalahan merupakan batu loncatan ke arah kebaikan. Setidaknya ia menjadi spirit untuk melakukan penebusan. Makna ini antara lain yang terkandung dalam pesan Rasulullah agar kita mengiringi segala keburukan yang kita lakukan dengan kebaikan. "Bertakwalah kamu kepada Allah di mana saja kamu berada. Dan ikutilah keburukan itu dengan kebaikan, niscaya kebaikan itu akan menghapus keburukan." (HR. Bukhari dan Muslim).

Selami Sejarah Orang-orang yang Hidup di Masa Lalu
Dengan mengetahui masa lalu, berarti seseorang memiliki modal informasi berharga sebagai bekal perjalanan yang ia lakukan di masa mendatang. Peristiwa apapun, baik dilakukan oleh sebuah generasi maupun orang per orang, harus menjadi cermin perbandingan melangkah ke depan. Kehidupan ini tak ubahnya cermin pengulangan masa lalu. Silih berganti antara keberhasilan dan kegagalan, kemenangan dan kekalahan, kebahagiaan dan kesedihan. Semuanya berputar dan berganti bagai pergantian siang dan malam. Firman Allah SWT, "Dan hari-hari itu kami pergilirkan di antara manusia..." (QS. Ali Imran : 140).
Itulah hikmah dari penjabaran sejarah perjuangan para Rasul dan Nabi yang tertuang dalam Al-Qur'an. Allah SWT membina mental perjuangan Rasulullah dan para sahabatnya melalui uraian panjang tentang perjuangan para Nabi dan Rasul sebelum mereka. Jejak sejarah perjuangan itulah yang akan menjadi rambu bagi umat manusia sepanjang zaman dalam menegakkan kebenaran.
Fir'aun hanya satu tokoh sejarah yang diungkapkan Al-Qur'an. Ia merupakan simbol penguasa yang melakukan kekejaman dan penindasan terhadap rakyat, sekaligus memusuhi ajaran Allah SWT yang dibawa oleh Nabiyullah Musa AS. Mungkinkah saat ini muncul tokoh penguasa semacam Fir'aun? Justeru itulah inti pelajaran sejarah yang dipaparkan Al-Qur'an. Melihat sejarah sepak terjang Fir'aun, manusia diajak mengerti bagaimana bahayanya kejahatan yang datang dari sebuah kekuasaan. Lebih berbahaya dari kejahatan kriminal berupa pembunuhan atau perampokan.
Kisah Fir'aun juga memberi gambaran kepada para penegak kebenaran bahwa mereka akan selalu menghadapi gembong-gembong kejahatan. Karena setiap zaman memiliki 'Fir'aun'nya sendiri.

Seringlah Berdiskusi, Bertukar Pengalaman, Saling Menasihati dengan Orang-orang Shalih Tentang Berbagai Fenomena Hidup
Seorang pemikir menyebutkan, "Manusia itu ibarat burung yang bersayap sebelah." Tak mungkin bisa terbang, jika ia tak memiliki sayap pasangannya. Maka, ia hanya bisa terbang kalau mau berpelukan erat-erat dan bekerjasama dengan orang lain. Begitulah analoginya, setiap orang memerlukan bantuan orang lain untuk bisa berhasil dalam hidup. Apa artinya?
Setiap orang harus bisa saling memberi dan membantu satu sama lain. Rasulullah mengistilahkan hal ini dengan sabdanya, "Setiap mukmin adalah cermin bagi saudaranya yang lain." Cermin, sumber informasi paling akurat dan jujur tentang berbagai fenomena. Cermin tempat memperoleh penilaian tentang diri, kapan pun dan di mana pun. Cermin juga pandai menyimpan informasi hanya pada pihak yang langsung terkait dengan informasi itu.

Roda kehidupan takkan pernah berhenti bergulir. Hari demi hari terus berjalan. Tugas kita adalah memanfaatkan kesempatan hari ini untuk menyongsong hari esok. Terlalu banyak pelajaran yang seharusnya membuat kita menjadi lebih baik dari yang telah lalu. Terlalu banyak pengalaman yang seharusnya menjadikan kita berhati-hati dan berhitung matang untuk melangkah. Terlalu banyak peringatan untuk menyadarkan kita agar tidak mengulangi kesalahan yang sama.
Dikutip dari Kota Santri